PAG Akuisisi 51 Persen Anak Usaha Evergrande Senilai Rp9,2 Triliun
2026-11-02 13:00:59
2026-11-02 13:00:59
Proses pemberesan aset China Evergrande memasuki babak penting. Perusahaan investasi asal Hong Kong, PAG, mengakuisisi 51 persen saham Evergrande Property Service Group dengan nilai transaksi 4,03 miliar dolar Hong Kong atau sekitar Rp9,2 triliun berdasarkan kurs yang digunakan dalam sumber.
Transaksi tersebut membuat PAG menjadi pemegang saham mayoritas perusahaan layanan properti itu. Bagi likuidator Evergrande, penjualan ini merupakan salah satu langkah besar untuk mengubah aset perusahaan menjadi dana yang dapat digunakan dalam upaya pemulihan hak para kreditur.
Penjualan Saham Menjadi Sumber Dana Signifikan
Dokumen yang disampaikan ke bursa saham pada Jumat, 30 Oktober 2026, mencatat nilai akuisisi sebesar 4,03 miliar dolar Hong Kong. Dalam transaksi tersebut, PAG memperoleh harga 30 persen lebih rendah dibandingkan harga penutupan saham Evergrande Property Service pada perdagangan sebelumnya.
Selain nilai pembelian saham, PAG bersedia membayar tambahan US$75 juta atau sekitar Rp1,3 triliun untuk menanggung biaya transaksi yang berkaitan dengan proses penjualan oleh tim likuidator Evergrande. Penjualan sebagian besar saham anak usaha ini dipandang sebagai sumber dana yang signifikan, berdampingan dengan upaya pemulihan pembayaran lainnya.
Likuidator telah mulai memulihkan aset untuk kreditur internasional sejak 2024. Akuisisi terbaru menunjukkan bahwa aset di bawah kelompok Evergrande masih dapat dilepas, meskipun proses tersebut berlangsung setelah keruntuhan perusahaan induknya dan dilakukan dengan potongan terhadap harga penutupan saham sebelumnya.
Nilai Transaksi Belum Menjawab Seluruh Klaim Kreditur
China Evergrande mencatat total klaim kreditur sebesar US$46 miliar atau sekitar Rp835 triliun. Angka tersebut jauh lebih besar daripada nilai Rp9,2 triliun dari penjualan 51 persen saham Evergrande Property Service Group.
Namun, jumlah kewajiban yang masih harus dipulihkan tidak tepat jika dihitung hanya dengan mengurangi nilai transaksi dari total klaim. Dana hasil penjualan ini merupakan bagian dari rangkaian pemberesan aset, sementara sumber juga menyebut adanya biaya transaksi dan upaya pemulihan pembayaran lain. Karena itu, transaksi tersebut lebih tepat dibaca sebagai kemajuan dalam proses likuidasi, bukan penyelesaian keseluruhan klaim kreditur.
Skala persoalannya juga terlihat dari riwayat utang Evergrande. Perusahaan yang pernah menjadi salah satu pengembang properti terbesar di China itu mengalami kebangkrutan pada 2021 dengan utang lebih dari US$300 miliar atau sekitar Rp5.415 triliun.
Dari Ekspansi Besar hingga Kehilangan Akses Kredit
Evergrande dibangun pada pertengahan 1990-an dan sekitar 90 persen asetnya berada di China. Posisi tersebut pernah menjadikannya raksasa properti di negara itu. Perubahan terjadi setelah kebijakan pemerintah pada 2020 terhadap pinjaman berlebihan mempersempit akses kredit. Setahun kemudian, perusahaan gagal membayar utang.
Perkembangan berikutnya memperlihatkan dampak yang meluas. Bos Evergrande, Hui Ka Yan, dilaporkan pada 2023, kemudian ditahan oleh polisi dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 2026. Regulator sekuritas China juga menjatuhkan denda US$6,6 juta atau sekitar Rp119 miliar. Saham Evergrande akhirnya dihapus dari Bursa Efek Hong Kong pada 2025.
Kejatuhan perusahaan tersebut menandai berakhirnya masa kejayaan sektor real estat China sebagaimana digambarkan dalam sumber. Persoalan Evergrande juga mencerminkan tekanan yang dialami industri properti negara itu, dengan dampak yang mengguncang sistem keuangan dan menyeret perekonomian terbesar kedua di dunia.
Pelajaran Praktis bagi Pembeli Rumah dan Investor Indonesia
Bagi pembeli rumah dan investor Indonesia, kasus ini memberikan pelajaran praktis tentang pentingnya melihat struktur keuangan di balik skala sebuah perusahaan. Besarnya aset, panjangnya sejarah usaha, dan posisi sebagai pemain utama tidak dengan sendirinya menghapus risiko ketika akses kredit menyempit dan kewajiban utang sangat besar.
Transaksi anak usaha Evergrande juga memperlihatkan bahwa nilai aset dalam proses likuidasi dapat berbeda dari harga perdagangan sebelumnya. Dalam kasus ini, pembeli mayoritas memperoleh penawaran 30 persen lebih rendah. Fakta tersebut dapat menjadi pengingat agar penilaian properti maupun perusahaan tidak hanya bertumpu pada harga terakhir, tetapi juga mempertimbangkan kondisi keuangan dan konteks penjualannya.
Pembeli rumah dapat memakai sudut pandang serupa ketika menelaah sebuah keputusan besar: pahami pihak yang bertanggung jawab, status aset, serta hubungan antara proyek dan entitas perusahaannya. Investor juga perlu membedakan nilai satu transaksi aset dari kemampuan menyelesaikan seluruh kewajiban. Penjualan senilai triliunan rupiah tetap dapat menjadi bagian kecil ketika klaim kreditur mencapai ratusan triliun rupiah.
Bagi pembaca yang sedang mempertimbangkan hunian modern di Jakarta Barat, informasi dan pilihan hunian dapat ditelusuri lebih lanjut melalui MeruyaLand dengan tetap menyesuaikannya pada kebutuhan serta rencana keuangan masing-masing.
Sumber Informasi
detikProperti: Anak Usaha Laku Dilego Rp 9,2 T, Utang Evergrande Sisa Berapa Triliun Lagi?
Saatnya Memiliki Rumah Modern di Jakarta Barat
Temukan hunian berkualitas dengan desain modern dan lokasi strategis bersama MeruyaLand.
🏡 Lihat tipe rumah dan promo terbaru di MeruyaLand.com
- Fajar Sadboy Beli Rumah di Bekasi secara Tunai Setelah Menabung 3 Tahun
- Gen Z dan Milenial Dominasi Peminat Rusun Subsidi Manggarai
- Rumah Tasya Farasya Retak, Eks Kontraktor Beri Penjelasan dan Audit Struktur Berjalan
- PAG Akuisisi 51 Persen Anak Usaha Evergrande Senilai Rp9,2 Triliun
- Patung Emas Washington Diduga Meleleh, Biaya Renovasi Membengkak Jadi Rp90,4 Miliar
- Kebakaran Wang Fuk Court Ungkap Risiko Sistemik dalam Renovasi Apartemen
- Rumah Nikita Mirzani di Jakarta Selatan Dijual Rp9,25 Miliar
- Krisis Hunian Eropa Memicu Protes, Ini Pelajaran bagi Pembeli Rumah Indonesia
- Konektivitas Menjadi Faktor Penting dalam Pertumbuhan Kawasan Hunian
- Rumah Tasya Farasya Retak, Biaya Perbaikan Struktur Ditaksir Rp 5-6 Miliar
- 937.671 Rumah Dibangun dan Direnovasi hingga Oktober 2026, Dana Non-APBN Mendominasi
- Rumah Tasya Farasya Retak Sebelum Setahun Dihuni, Struktur Bangunan Diperiksa
- Park House, Rumah Masa Kecil Putri Diana, Terbengkalai Sejak 2021
- Sengketa Lahan Tanah Abang Menahan Rencana Pembangunan Rusun
- Rumah Terbengkalai di Philadelphia Jadi Lokasi Penyelidikan, Tulang dan Brankas Ditemukan
- Pelajaran dari Mesa Verde: Hunian Bisa Ditinggalkan Saat Air dan Sumber Daya Terbatas
- Renovasi East Potomac Golf Course Disorot Setelah 430 Pohon Ditebang
- Renovasi Rumah Luna Maya di Bali Rampung Setelah Dicicil Empat Tahun
- Bodie, Kota Tambang Emas yang Berubah Menjadi Kota Hantu
- Danantara Siapkan 12 Smart City, Padalarang Dirancang Tampung hingga 250.000 Hunian
- Rumah Idaman Thom Haye di Bandung: Terang, Modern, Bersih, dan Sejuk
- Fajar Sadboy Beli Rumah Pertama setelah Bertahun-tahun Mengontrak
- Teddy Siagian Jadi Plt Dirjen Perumahan Perdesaan, Kementerian PKP Percepat Program 3 Juta Rumah
- Usulan Harga Rumah Subsidi hingga Rp 500 Juta, Apa Dampaknya bagi Pembeli?
- BRAN Disiapkan Tangani Konflik Agraria, Pembagian Tugas dengan ATR/BPN Diperjelas
- Sengketa Kerusakan Royal Lodge Sisakan Tagihan Rp30 Miliar setelah Andrew Pindah
- Konsumen LRT City Temui DPR, Empat Proyek Ditargetkan Rampung Bertahap hingga 2028
- Bunker Bawah Tanah Rp 80 Miliar di Los Angeles Terjual, Apa Keistimewaannya?
- Rumah Kesha Ratuliu Disebut Sempit, Ini Pelajaran soal Prioritas Hunian Keluarga
- Kampung Pelangi dan Kontras Hunian di Tengah Kawasan Elite Jakarta Selatan
- Penjualan Rumah Subsidi Turun, Himperra Usulkan Insentif dan Perluasan FLPP
- Shani Shingnapur, Kota di India dengan Rumah Tanpa Pintu
- Kisah Marmer Masjid Nabawi dan Pelajaran Memilih Material Hunian
- Rumah Saudagar di Lubang Buaya, Saksi Sejarah yang Dipertahankan Tetap Asli
- Danantara Lanjutkan Pembangunan Apartemen LRT City Mulai 1 Oktober 2026
- LHKPN Kalapas Cibinong Nonaktif Catat Lima Properti Senilai Rp 2,7 Miliar
- Realisasi FLPP 2026 Baru 45,15 Persen, Pasokan dan Kelayakan KPR Jadi Tantangan
- Kasus Penipuan Investasi Properti Rp 698 Miliar, Pelajaran Penting bagi Investor
- Proyek Ballroom Gedung Putih Disorot, Trump Ajak Xi Jinping Melihat Pembangunan
- Revitalisasi Keraton Solo Menjangkau 13 Kawasan dengan Anggaran Rp150 Miliar
- BRAN Akan Tangani Konflik Tanah Komunal Setelah RUU Reforma Agraria Disahkan
- Kasus Apartemen Mangkrak di Ciputat, Kerugian Ana Riana dan Pelajaran bagi Pembeli
- Pemerintah Siapkan Batas Minimum dan Maksimum Kepemilikan Tanah
- Rumah Baru Rey Mbayang dan Dinda Hauw di Tangsel Masuki Tahap Finishing
- Rumah Indonesia di Nagoya Menjadi Pusat Layanan 430 Atlet Asian Games 2026
- Sulawesi Selatan Targetkan Bangun dan Renovasi 142 Rumah Layak pada 2026
- Status HGB Summarecon di Bogor Belum Berubah di Tengah Pemeriksaan KPK
- ATR/BPN Terima Aset Rampasan KPK untuk Rumah Dinas dan Operasional
- Summarecon Agung Hormati Proses Hukum Kasus Dugaan Suap HGB di Bogor
- Adhi Karya Pastikan ADCP Tidak Dilepas, Empat Proyek Belum Serah Terima Masih Dikaji
- Sekitar 7.000 Kawasan Kumuh Masih Menjadi Tantangan Perumahan Indonesia
- Program Bedah Rumah Targetkan 400.000 Hunian, Penghasilan di Bawah UMP Bisa Mengajukan
- Harga Rumah Subsidi 2027 Masih Dibahas, Usulan Kenaikan 12 Persen Jadi Pertimbangan
- Konstruksi Bawah Tanah Iran Disorot, Ini Pelajaran Due Diligence bagi Pembeli Properti
- Rumah Nicolas Cage di Malibu Terancam Lubang Besar Setelah Hujan Deras
- Penthouse Dekat Kedutaan Israel Dijual, Harga Salah Satu Unit Turun Rp165 Miliar
- BNPB Verifikasi 51.591 Rumah Terdampak Gempa Flores NTT
- Abu Vulkanik Masuk Rumah, Pengalaman Sejumlah Figur Publik Jadi Pengingat bagi Penghuni
- RUPSLB Kedua Modernland Akan Bahas Pengalihan dan Penjaminan Aset
- 500 Rumah Modular Tahan Gempa Disiapkan untuk Korban Bencana NTT
- DPR Soroti Syarat Program Bedah Rumah yang Dinilai Terlalu Rumit
- 250 Rumah Gratis untuk MBR di Tangerang Belum Disalurkan Meski Pembangunan Rampung
- Arahan Prabowo: Kualitas Rumah dan Lingkungan Permukiman Perlu Ditingkatkan
- KPR Subsidi Tenor 40 Tahun Belum Bisa Disalurkan, Bank Menunggu Arahan BP Tapera
- Genteng Sabut Kelapa BRIN Tawarkan Material Atap Ringan dari Limbah
- Rumah di Atas Sungai Dikaji sebagai Alternatif Hunian Perkotaan
- KPR 40 Tahun Ditawarkan di Danantara Housing Expo 2026, Apa yang Perlu Dicermati?
- Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan Lebih dari 130 Ribu Pilihan Rumah
- Cicilan Rusun Subsidi Meikarta Mulai Rp1,7 Juta, Ini Syarat FLPP dan Hal yang Perlu Dicermati
- Desa Adat Sade Direkonstruksi, Arsitektur Tradisional Sasak Tetap Dipertahankan
- Rumah Tahan Gempa BRIN Tetap Kokoh Setelah Gempa M7,7 di NTT
- MA AS Izinkan Pembangunan Ballroom Gedung Putih Senilai Rp 7,1 Triliun Berlanjut
- Serapan Anggaran Kementerian PKP Capai Rp 3,608 Triliun, Bedah Rumah Jadi Prioritas
- Menteri PKP Usulkan Larangan Atap Asbes untuk Rumah Baru dan Renovasi Pemerintah
- Perumahan Dekat Meruya, Pilihan Rumah Nyaman di Jakarta Barat yang Masih Layak Dilirik
- Cara Mengajukan KPR untuk Rumah di Meruyaland, Begini Alurnya dari Booking Hingga Akad
- Jual Rumah Meruya Utara? Kenapa Banyak Orang Sekarang Mulai Melirik Kawasan Ini
- 7 Ciri Rumah Membawa Sial
- Tempat Ngopi di Meruya Dari Mulai Cafe, Coffee Shop, dan Warung Kopi
- Perumahan Jakarta Barat Harga Terjangkau Kualitas Terbaik
- Meruya di Jakarta Mana? Ini Lokasi, Kode Pos, dan Tempat Populer di Meruya Jakarta Barat
- Cari Rumah & Tanah di Meruya? MeruyaLand.com Saja!
- Sambut Tahun Baru 2026 Dengan Punya Rumah Baru
- Rumah Mewah di Jakarta Barat 2 Lantai
- Perumahan Eksklusif Jakarta Barat Meruya Land
- Meruya Land Daerah Strategis Untuk Hunian Masa Depan Keluarga Anda
- Rumah Dijual Jakarta Barat Tanpa Perantara Meruya Land
- Cari KPR Rumah di Jakarta Barat, Meruya Land Saja!
- Cari Rumah Dijual Jakarta Barat? Temukan Pilihan Terbaik di Sini!
- Tempat Nongkrong di Meruya
- Jual Rumah Cluster Meruya 2 Lantai Luas 125 Meter lebih
- Harga Rumah di Meruya Jakarta Barat
- Rumah Meruya Dijual Luas 124 Meter 2 Lantai
- Perumahan Cluster Baru Meruya
- Menjelajahi Meruya, Jakarta Barat - Kode Pos dan Informasi Penting
- Cari Rumah Meruya Residence Jakarta Barat? Meruya Land Solusinya
- Tips Biaya Renovasi Rumah di Jakarta Lengkap, Hemat dan Efisien
- Jual Rumah di Meruya Jakarta Barat - Meruyaland Pilihan Terbaiknya
- Mencari rumah real estate di Jakarta Barat untuk investasi? Meruyaland
- Pasar Meruya, Jakarta Barat: Mengintip Denyut Kehidupan Pasar Tradisional
- Meruya: Kebijakan Ganjil Genap dalam Mengatasi Kemacetan
- Kode Pos Meruya Utara: Informasi Lengkap dan Pentingnya Bagi Warga
- Perumahan Baru di Jakarta Barat: Investasi Cerdas di Meruya Land
- Rumah Murah di Jakarta Barat: Temukan Pilihan Terbaik di Meruya Land
- Perumahan bebas banjir di Jakarta Barat
- Kredit Rumah Murah di Jakarta Barat Solusi Hunian Modern bagi Generasi Milenial
- Perumahan di Jakarta Barat Milenial Dengan Desain Modern
- Rumah dijual di Kembangan Jakarta Barat Harga Terjangkau
- Cari Rumah di Daerah Meruya? Meruya Land Pilihan Terbaik Anda
- Dijual Rumah Cluster Premium Murah di Jakarta Utara
- Beli Rumah Cluster di Jakarta? Pilih Meruya Land!
- Rumah 2 Lantai Tanah Luas +-120 meter Dijual Di Jakarta Harga Terjangkau
- Rumah Dijual di Meruya Jakarta Utara
- Update Harga Tanah per Meter di Jabodetabek Tahun 2023
- Ini Penyebab Harga Rumah Terus Naik
- Investasi
dikembangkan oleh
Official Lending Partner