Patung Emas Washington Diduga Meleleh, Biaya Renovasi Membengkak Jadi Rp90,4 Miliar
2026-11-01 13:00:43
2026-11-01 13:00:43
Belum lama selesai direnovasi, salah satu patung berlapis emas di Washington DC justru menjadi sorotan karena tampak seperti meleleh. Foto yang beredar di internet memperlihatkan garis-garis berwarna emas mengalir ke bawah hingga mencapai alas patung. Kejadian ini langsung memicu pertanyaan mengenai hasil pekerjaan restorasi yang nilainya dilaporkan membengkak hingga dua kali lipat.
Objek yang menjadi perhatian merupakan bagian dari dua patung bertajuk Arts of War dan Arts of Peace. Keduanya berada di antara Lincoln Memorial dan Memorial Circle. Patung tersebut termasuk situs di Washington DC yang sebelumnya diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan direnovasi.
Foto Lapisan Emas Memicu Spekulasi
Foto-foto yang muncul di Reddit memperlihatkan bagian berwarna emas seolah mengalir pada salah satu patung. Tampilan itu kemudian menimbulkan spekulasi di kalangan warganet tentang keaslian dan kondisi lapisan emasnya.
Seorang warganet melalui X mengingatkan bahwa emas baru meleleh pada suhu sekitar 2.000 derajat Fahrenheit. Ia juga menyoroti bahwa Washington DC tidak sedang mengalami gelombang panas dengan suhu seperti itu. Perbandingan tersebut memperbesar tanda tanya tentang apa yang sebenarnya terlihat dalam foto.
Meski demikian, bahan sumber belum memberikan kesimpulan mengenai penyebab garis-garis tersebut. Belum ada pula penjelasan resmi yang memastikan apakah lapisan itu benar-benar meleleh, mengalami kerusakan lain, atau hanya tampak demikian dalam dokumentasi yang beredar. The Mirror US disebut telah meminta keterangan kepada Gedung Putih dan National Park Service.
Karena jawaban resmi belum tersedia, foto viral itu belum dapat menjadi dasar untuk memastikan mutu material ataupun pelaksanaan renovasi. Posisi paling hati-hati adalah memperlakukannya sebagai dugaan yang masih membutuhkan klarifikasi dari pihak berwenang.
Renovasi Terlambat dan Biaya Berlipat
Trump mengumumkan renovasi sejumlah situs di Washington DC pada Juli 2026. Pekerjaan tersebut mencakup patung kuda Arts of War dan Arts of Peace, termasuk perbaikan cat serta pelapisan ulang menggunakan emas 24 karat.
Pengerjaan semula dikebut agar patung dapat dipamerkan dalam perayaan hari kemerdekaan ke-250 Amerika Serikat. Trump juga pernah menyampaikan melalui Truth Social bahwa patung-patung itu akan diresmikan pada 3 Juli. Namun, proyek akhirnya selesai melewati tenggat dan anggaran yang direncanakan.
Pelaksanaan renovasi diberikan melalui kontrak tanpa tender kepada perusahaan asal Maryland, The Gilder's Studio. Nilai awal kontraknya mencapai US$2,5 juta, setara sekitar Rp45,2 miliar dengan kurs Rp18.093. Dalam perkembangannya, biaya renovasi dilaporkan meningkat menjadi US$5 juta atau sekitar Rp90,4 miliar.
Lonjakan dari US$2,5 juta menjadi US$5 juta membuat kondisi patung setelah renovasi semakin relevan untuk diperiksa. Namun, keterlambatan dan pembengkakan biaya tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa tampilan pada foto disebabkan oleh kegagalan pekerjaan. Hubungan antara keduanya tetap memerlukan penjelasan resmi.
Pelajaran Praktis bagi Pembeli Rumah dan Investor
Kasus ini memberi gambaran tentang pentingnya membedakan tiga hal dalam suatu proyek: rencana awal, pelaksanaan, dan hasil akhirnya. Pengumuman mengenai material bernilai tinggi maupun jadwal cepat belum cukup untuk menilai kualitas pekerjaan. Hasil fisik tetap perlu diperiksa setelah proyek dinyatakan selesai.
Bagi pembeli rumah dan investor properti Indonesia, pendekatan serupa dapat diterapkan ketika menilai bangunan. Informasi mengenai material, nilai pekerjaan, jadwal penyelesaian, dan pihak pelaksana sebaiknya dibaca sebagai unsur yang saling berkaitan. Jika hasil yang terlihat memunculkan pertanyaan, klarifikasi dari pihak yang bertanggung jawab menjadi penting sebelum menarik kesimpulan.
Perubahan biaya dari nilai kontrak awal juga layak diperhatikan. Dalam kasus patung Washington, anggaran dilaporkan meningkat dua kali lipat dan penyelesaiannya melampaui tenggat. Dari sudut pandang praktis, dua informasi itu dapat menjadi alasan untuk menanyakan ruang lingkup pekerjaan, hasil akhir, serta penjelasan atas perubahan yang terjadi.
Pembeli juga dapat menghindari kesimpulan hanya berdasarkan foto yang viral. Dokumentasi visual berguna untuk memunculkan pertanyaan, tetapi jawaban mengenai penyebab kerusakan atau mutu pekerjaan tetap membutuhkan pemeriksaan dan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Menunggu Penjelasan Resmi
Hingga informasi dalam sumber diterbitkan, inti persoalannya masih berupa tampilan lapisan emas yang diduga meleleh, bukan temuan resmi tentang penyebabnya. Penjelasan dari Gedung Putih atau National Park Service akan menentukan apakah spekulasi warganet memiliki dasar atau terdapat penjelasan lain atas garis emas pada patung.
Untuk kebutuhan hunian, pembaca dapat menerapkan sikap teliti yang sama saat mempertimbangkan hunian modern di Jakarta Barat: periksa informasi proyek dan kondisi fisiknya secara saksama. Informasi mengenai pilihan hunian di kawasan tersebut juga dapat ditemukan dengan mengunjungi MeruyaLand.
Sumber Informasi
detikProperti: Patung Emas yang Dibuat Trump di Washington Mendadak Meleleh, Netizen Geger!
Saatnya Memiliki Rumah Modern di Jakarta Barat
Temukan hunian berkualitas dengan desain modern dan lokasi strategis bersama MeruyaLand.
🏡 Lihat tipe rumah dan promo terbaru di MeruyaLand.com
- Fajar Sadboy Beli Rumah di Bekasi secara Tunai Setelah Menabung 3 Tahun
- Gen Z dan Milenial Dominasi Peminat Rusun Subsidi Manggarai
- Rumah Tasya Farasya Retak, Eks Kontraktor Beri Penjelasan dan Audit Struktur Berjalan
- PAG Akuisisi 51 Persen Anak Usaha Evergrande Senilai Rp9,2 Triliun
- Patung Emas Washington Diduga Meleleh, Biaya Renovasi Membengkak Jadi Rp90,4 Miliar
- Kebakaran Wang Fuk Court Ungkap Risiko Sistemik dalam Renovasi Apartemen
- Rumah Nikita Mirzani di Jakarta Selatan Dijual Rp9,25 Miliar
- Krisis Hunian Eropa Memicu Protes, Ini Pelajaran bagi Pembeli Rumah Indonesia
- Konektivitas Menjadi Faktor Penting dalam Pertumbuhan Kawasan Hunian
- Rumah Tasya Farasya Retak, Biaya Perbaikan Struktur Ditaksir Rp 5-6 Miliar
- 937.671 Rumah Dibangun dan Direnovasi hingga Oktober 2026, Dana Non-APBN Mendominasi
- Rumah Tasya Farasya Retak Sebelum Setahun Dihuni, Struktur Bangunan Diperiksa
- Park House, Rumah Masa Kecil Putri Diana, Terbengkalai Sejak 2021
- Sengketa Lahan Tanah Abang Menahan Rencana Pembangunan Rusun
- Rumah Terbengkalai di Philadelphia Jadi Lokasi Penyelidikan, Tulang dan Brankas Ditemukan
- Pelajaran dari Mesa Verde: Hunian Bisa Ditinggalkan Saat Air dan Sumber Daya Terbatas
- Renovasi East Potomac Golf Course Disorot Setelah 430 Pohon Ditebang
- Renovasi Rumah Luna Maya di Bali Rampung Setelah Dicicil Empat Tahun
- Bodie, Kota Tambang Emas yang Berubah Menjadi Kota Hantu
- Danantara Siapkan 12 Smart City, Padalarang Dirancang Tampung hingga 250.000 Hunian
- Rumah Idaman Thom Haye di Bandung: Terang, Modern, Bersih, dan Sejuk
- Fajar Sadboy Beli Rumah Pertama setelah Bertahun-tahun Mengontrak
- Teddy Siagian Jadi Plt Dirjen Perumahan Perdesaan, Kementerian PKP Percepat Program 3 Juta Rumah
- Usulan Harga Rumah Subsidi hingga Rp 500 Juta, Apa Dampaknya bagi Pembeli?
- BRAN Disiapkan Tangani Konflik Agraria, Pembagian Tugas dengan ATR/BPN Diperjelas
- Sengketa Kerusakan Royal Lodge Sisakan Tagihan Rp30 Miliar setelah Andrew Pindah
- Konsumen LRT City Temui DPR, Empat Proyek Ditargetkan Rampung Bertahap hingga 2028
- Bunker Bawah Tanah Rp 80 Miliar di Los Angeles Terjual, Apa Keistimewaannya?
- Rumah Kesha Ratuliu Disebut Sempit, Ini Pelajaran soal Prioritas Hunian Keluarga
- Kampung Pelangi dan Kontras Hunian di Tengah Kawasan Elite Jakarta Selatan
- Penjualan Rumah Subsidi Turun, Himperra Usulkan Insentif dan Perluasan FLPP
- Shani Shingnapur, Kota di India dengan Rumah Tanpa Pintu
- Kisah Marmer Masjid Nabawi dan Pelajaran Memilih Material Hunian
- Rumah Saudagar di Lubang Buaya, Saksi Sejarah yang Dipertahankan Tetap Asli
- Danantara Lanjutkan Pembangunan Apartemen LRT City Mulai 1 Oktober 2026
- LHKPN Kalapas Cibinong Nonaktif Catat Lima Properti Senilai Rp 2,7 Miliar
- Realisasi FLPP 2026 Baru 45,15 Persen, Pasokan dan Kelayakan KPR Jadi Tantangan
- Kasus Penipuan Investasi Properti Rp 698 Miliar, Pelajaran Penting bagi Investor
- Proyek Ballroom Gedung Putih Disorot, Trump Ajak Xi Jinping Melihat Pembangunan
- Revitalisasi Keraton Solo Menjangkau 13 Kawasan dengan Anggaran Rp150 Miliar
- BRAN Akan Tangani Konflik Tanah Komunal Setelah RUU Reforma Agraria Disahkan
- Kasus Apartemen Mangkrak di Ciputat, Kerugian Ana Riana dan Pelajaran bagi Pembeli
- Pemerintah Siapkan Batas Minimum dan Maksimum Kepemilikan Tanah
- Rumah Baru Rey Mbayang dan Dinda Hauw di Tangsel Masuki Tahap Finishing
- Rumah Indonesia di Nagoya Menjadi Pusat Layanan 430 Atlet Asian Games 2026
- Sulawesi Selatan Targetkan Bangun dan Renovasi 142 Rumah Layak pada 2026
- Status HGB Summarecon di Bogor Belum Berubah di Tengah Pemeriksaan KPK
- ATR/BPN Terima Aset Rampasan KPK untuk Rumah Dinas dan Operasional
- Summarecon Agung Hormati Proses Hukum Kasus Dugaan Suap HGB di Bogor
- Adhi Karya Pastikan ADCP Tidak Dilepas, Empat Proyek Belum Serah Terima Masih Dikaji
- Sekitar 7.000 Kawasan Kumuh Masih Menjadi Tantangan Perumahan Indonesia
- Program Bedah Rumah Targetkan 400.000 Hunian, Penghasilan di Bawah UMP Bisa Mengajukan
- Harga Rumah Subsidi 2027 Masih Dibahas, Usulan Kenaikan 12 Persen Jadi Pertimbangan
- Konstruksi Bawah Tanah Iran Disorot, Ini Pelajaran Due Diligence bagi Pembeli Properti
- Rumah Nicolas Cage di Malibu Terancam Lubang Besar Setelah Hujan Deras
- Penthouse Dekat Kedutaan Israel Dijual, Harga Salah Satu Unit Turun Rp165 Miliar
- BNPB Verifikasi 51.591 Rumah Terdampak Gempa Flores NTT
- Abu Vulkanik Masuk Rumah, Pengalaman Sejumlah Figur Publik Jadi Pengingat bagi Penghuni
- RUPSLB Kedua Modernland Akan Bahas Pengalihan dan Penjaminan Aset
- 500 Rumah Modular Tahan Gempa Disiapkan untuk Korban Bencana NTT
- DPR Soroti Syarat Program Bedah Rumah yang Dinilai Terlalu Rumit
- 250 Rumah Gratis untuk MBR di Tangerang Belum Disalurkan Meski Pembangunan Rampung
- Arahan Prabowo: Kualitas Rumah dan Lingkungan Permukiman Perlu Ditingkatkan
- KPR Subsidi Tenor 40 Tahun Belum Bisa Disalurkan, Bank Menunggu Arahan BP Tapera
- Genteng Sabut Kelapa BRIN Tawarkan Material Atap Ringan dari Limbah
- Rumah di Atas Sungai Dikaji sebagai Alternatif Hunian Perkotaan
- KPR 40 Tahun Ditawarkan di Danantara Housing Expo 2026, Apa yang Perlu Dicermati?
- Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan Lebih dari 130 Ribu Pilihan Rumah
- Cicilan Rusun Subsidi Meikarta Mulai Rp1,7 Juta, Ini Syarat FLPP dan Hal yang Perlu Dicermati
- Desa Adat Sade Direkonstruksi, Arsitektur Tradisional Sasak Tetap Dipertahankan
- Rumah Tahan Gempa BRIN Tetap Kokoh Setelah Gempa M7,7 di NTT
- MA AS Izinkan Pembangunan Ballroom Gedung Putih Senilai Rp 7,1 Triliun Berlanjut
- Serapan Anggaran Kementerian PKP Capai Rp 3,608 Triliun, Bedah Rumah Jadi Prioritas
- Menteri PKP Usulkan Larangan Atap Asbes untuk Rumah Baru dan Renovasi Pemerintah
- Perumahan Dekat Meruya, Pilihan Rumah Nyaman di Jakarta Barat yang Masih Layak Dilirik
- Cara Mengajukan KPR untuk Rumah di Meruyaland, Begini Alurnya dari Booking Hingga Akad
- Jual Rumah Meruya Utara? Kenapa Banyak Orang Sekarang Mulai Melirik Kawasan Ini
- 7 Ciri Rumah Membawa Sial
- Tempat Ngopi di Meruya Dari Mulai Cafe, Coffee Shop, dan Warung Kopi
- Perumahan Jakarta Barat Harga Terjangkau Kualitas Terbaik
- Meruya di Jakarta Mana? Ini Lokasi, Kode Pos, dan Tempat Populer di Meruya Jakarta Barat
- Cari Rumah & Tanah di Meruya? MeruyaLand.com Saja!
- Sambut Tahun Baru 2026 Dengan Punya Rumah Baru
- Rumah Mewah di Jakarta Barat 2 Lantai
- Perumahan Eksklusif Jakarta Barat Meruya Land
- Meruya Land Daerah Strategis Untuk Hunian Masa Depan Keluarga Anda
- Rumah Dijual Jakarta Barat Tanpa Perantara Meruya Land
- Cari KPR Rumah di Jakarta Barat, Meruya Land Saja!
- Cari Rumah Dijual Jakarta Barat? Temukan Pilihan Terbaik di Sini!
- Tempat Nongkrong di Meruya
- Jual Rumah Cluster Meruya 2 Lantai Luas 125 Meter lebih
- Harga Rumah di Meruya Jakarta Barat
- Rumah Meruya Dijual Luas 124 Meter 2 Lantai
- Perumahan Cluster Baru Meruya
- Menjelajahi Meruya, Jakarta Barat - Kode Pos dan Informasi Penting
- Cari Rumah Meruya Residence Jakarta Barat? Meruya Land Solusinya
- Tips Biaya Renovasi Rumah di Jakarta Lengkap, Hemat dan Efisien
- Jual Rumah di Meruya Jakarta Barat - Meruyaland Pilihan Terbaiknya
- Mencari rumah real estate di Jakarta Barat untuk investasi? Meruyaland
- Pasar Meruya, Jakarta Barat: Mengintip Denyut Kehidupan Pasar Tradisional
- Meruya: Kebijakan Ganjil Genap dalam Mengatasi Kemacetan
- Kode Pos Meruya Utara: Informasi Lengkap dan Pentingnya Bagi Warga
- Perumahan Baru di Jakarta Barat: Investasi Cerdas di Meruya Land
- Rumah Murah di Jakarta Barat: Temukan Pilihan Terbaik di Meruya Land
- Perumahan bebas banjir di Jakarta Barat
- Kredit Rumah Murah di Jakarta Barat Solusi Hunian Modern bagi Generasi Milenial
- Perumahan di Jakarta Barat Milenial Dengan Desain Modern
- Rumah dijual di Kembangan Jakarta Barat Harga Terjangkau
- Cari Rumah di Daerah Meruya? Meruya Land Pilihan Terbaik Anda
- Dijual Rumah Cluster Premium Murah di Jakarta Utara
- Beli Rumah Cluster di Jakarta? Pilih Meruya Land!
- Rumah 2 Lantai Tanah Luas +-120 meter Dijual Di Jakarta Harga Terjangkau
- Rumah Dijual di Meruya Jakarta Utara
- Update Harga Tanah per Meter di Jabodetabek Tahun 2023
- Ini Penyebab Harga Rumah Terus Naik
- Investasi
dikembangkan oleh
Official Lending Partner